PENDAHULUAN
Laporan keuangan merupakan produk dari akuntansi, sebuah system informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai semua aktifitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan, melalui proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi, agar dapat digunakan sebegai bahan dan pertimbangn pengambilan keputusan perusahaan. Jadi, sering juga dikatakan bahwa akuntansi merupakan “bahasa bisnis” perusahan, yang dibahasakan melalui laporan keuangan
Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang ’gamblang’ terhadap kondisi perusahaan, entah kondisi arus kas, posisi keuangan perusahan, kinerja perusahaan, semuanya dapat dilihat pada laporan keuangan. Selain itu, melalui laporan keuangan dapat pula menjadi sarana pertanggungjawaban para manajemen dan bagian perusahaan lain sesuai fungsi dan peran atas sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya. Dari laporan keuangan pula kita mendapatkan berbagai pertimbangan dan gambaran keadaan sekarang bahkan masa depan perusahaan, sehingga dapat diambillah sebuah keputusan yang bijaksana dan menguntungkan bagai perusahaan.
Dalam laporan keuangan standar (utama) dapat ditemukan laporan mengenai perubahan posisi keuangan perusahaan, yang dapat dilihat melalaui neraca, laporan perubahan equity, kinerja perusahaan (biasa dilihat pada income statement), serta pada laporan arus kas. Selain dari laporan keuangan utama, masih terdapat ‘bentuk lain’ dalam upaya pemberian informasi kepada pihak internal dan eksternal, misalnya informasi lain tentang rasio keuangan perusahaan, ikhtisar jumlah atau saldo rekening tertentu, dan sebagainya. Dalam laporan keuangan juga terdapat materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Selain itu juga terdapat informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Syarat-syarat laporan keuangan yang baik dan berkualitas adalah dapat dipercaya, relevan, dapat diandalkan dan tepat waktu. Laporan keuangan yang baik tentunya harus comparable atau dapat dibandingkan dengan laporan keuangan lain, baik dalam satu perusahaan secara horizontal, maupun antar perusahaan secara horisontal. Sehingga, harus ada suatu standar yang mengatur tata cara pencatatan laporan keuangan tersebut.
Dalam PSAK 1 (Revisi 1998) disebutkan bahwa dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi :
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian
5. Arus kas
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan masih bersifat umum, sehingga tidak semua kebutuhan akan informasi bagi setiap pemakai laporan keuangan dapat mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Tugas manajemen sebagai pemegang tanggung ajwab laporan keuangan inilah yang harus mampu menyusun sebuah laporan yang bermanfaat dan memenuhi keinginan para investor, sebagai “pemegang” nafas perusahaan. Selain itu, manajemen juga
Komponen-komponen laporan tersebut, meskipun memiliki tujuan masing-masing, tetap harus berada dalam satu lingkup yang sama. Hal itu karena antara satu bagian dan bagian lain dari laporan keuangan mempunyai hubungan masing-masing.
Dilematika penyusunan laporan keuangan, antara kelengkapan dan kesederhanaan.
Setiap manajemen pasti berharap laporan keuangan yang disusunnya berisi informasi yang lengkap dan detail, sehingga semakin memberikan gambaran kepada para stakeholders mengenai keadaan perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya tersebut. Namun, yang terjadi adalah keterbatasan akan pencatatan laporan keuangan. Yang muncul adalah prinsip lengungkapan penuh (trade off) penilaian, yang terjadi antara kebutuhan untuk mengungkapkan hal-hal terperinci tentang hal yang mampu mempengaruhi keputusan pemakai, dengan kebutuhan akan pemadatan penyajian agar informasi dapat mudah dipahami. Selain itu, pertimbangan biaya pembuatan dan penyusunan laporan keuangan harus senantiasa dipikirkan juga.
Dengan adanya trade off tersebut, muncullah tiga bagian dalam laporan keuangan, yaitu bagian utama dalam laporan keuangan, bagian catatan atas laporan keuangan, serta informasi suplementer/tambahan.
Teknik laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai alternative penjamin kelengkapan dan kesederhanaan sebuah laporan keuangan
Laporan keuangan yang baik haruslah jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan itu juga termasuk kejelasan kebijakan yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. Kebijakan yang digunakan perusahaan untuk satu item neraca, misalnya, bisa jadi terdapat seribu satu perbedaan dengan perusahaan yang sejenis sekalipun. Sehingga harus ada penjelan mengenai hal tersebut. Padahal, manajemen dituntut pula untuk tetap mempertimbangkan biaya pembuatan laporan keuangan, serta dituntut kesederhanaan dalam laporan keungan. Agar dilematika tersebut dapat diminimalisasi, muncullah bagian ‘lain’ dari laporan keuangan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu laporan keuangan.
Bagian ini berisi pengungkapan kebijakan-kebijakan manajemen atas item-item yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan. Pengungkapan inilah yang akan membantu pemakai laporan keuangan, karena terkadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen laporan laba rugi, perubahan kekayaan perusahaan, neraca, serta keadaan arus kas karena adanya pembiasan makna terhadap kebijakan yang dipilih perusahaan, dengan kebijakan yang ‘tampak’ dalam laporan keuangan
.Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi, sehingga harus ada pengungkapan atas perlakuan akuntansi tersebut, misalnya :
Umum
1. Kebijakan konsolidasi
2. Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran
3. Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan, daya beli umum, nilai penggantian
4. Peristiwa setelah tanggal neraca
5. Sewa guna usaha, sewa beli atau transaksi cicilan dan bunga
6. Pajak
7. Kontrak jangka panjang
8. Franchise atau waralaba
Aktiva
1. Piutang
2. Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya
3. Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan
4. Tanaman belum menghasilkan
5. Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan
6. Investasi pada anak perusahaan, investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain
7. Penelitian dan pengembangan
8. Paten dan merek dagang
9. Goodwill
Kewajiban dan Penyisihan
1. Jaminan
2. Komitmen dan kontinjensi
3. Biaya pensiun dan tunjangan hari tua
4. Pesangon dan uang penggantian
Keuntungan dan kerugian
1. Metode pengakuan pendapatan – Pemeliharaan, reparasi-perbaikan (repairs), dan penyempurnaan
2. penambahan (improvement)
3. Untung-rugi penjualan aktiva
4. Akuntansi Dana, wajib atau tak wajib, termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus
Laporan keuangan merupakan produk dari akuntansi, sebuah system informasi bagi pihak-pihak yang berkepentingan (stakeholders) mengenai semua aktifitas ekonomi dan kondisi sebuah perusahaan, melalui proses pencatatan, pengukuran, dan penyampaian informasi ekonomi, agar dapat digunakan sebegai bahan dan pertimbangn pengambilan keputusan perusahaan. Jadi, sering juga dikatakan bahwa akuntansi merupakan “bahasa bisnis” perusahan, yang dibahasakan melalui laporan keuangan
Tujuan penyusunan laporan keuangan adalah memberikan informasi yang ’gamblang’ terhadap kondisi perusahaan, entah kondisi arus kas, posisi keuangan perusahan, kinerja perusahaan, semuanya dapat dilihat pada laporan keuangan. Selain itu, melalui laporan keuangan dapat pula menjadi sarana pertanggungjawaban para manajemen dan bagian perusahaan lain sesuai fungsi dan peran atas sumber daya yang telah dipercayakan kepadanya. Dari laporan keuangan pula kita mendapatkan berbagai pertimbangan dan gambaran keadaan sekarang bahkan masa depan perusahaan, sehingga dapat diambillah sebuah keputusan yang bijaksana dan menguntungkan bagai perusahaan.
Dalam laporan keuangan standar (utama) dapat ditemukan laporan mengenai perubahan posisi keuangan perusahaan, yang dapat dilihat melalaui neraca, laporan perubahan equity, kinerja perusahaan (biasa dilihat pada income statement), serta pada laporan arus kas. Selain dari laporan keuangan utama, masih terdapat ‘bentuk lain’ dalam upaya pemberian informasi kepada pihak internal dan eksternal, misalnya informasi lain tentang rasio keuangan perusahaan, ikhtisar jumlah atau saldo rekening tertentu, dan sebagainya. Dalam laporan keuangan juga terdapat materi penjelasan yang merupakan bagian integral dari laporan keuangan. Selain itu juga terdapat informasi tambahan yang berkaitan dengan laporan tersebut, misalnya, informasi keuangan segmen industri dan geografis serta pengungkapan pengaruh perubahan harga.
Syarat-syarat laporan keuangan yang baik dan berkualitas adalah dapat dipercaya, relevan, dapat diandalkan dan tepat waktu. Laporan keuangan yang baik tentunya harus comparable atau dapat dibandingkan dengan laporan keuangan lain, baik dalam satu perusahaan secara horizontal, maupun antar perusahaan secara horisontal. Sehingga, harus ada suatu standar yang mengatur tata cara pencatatan laporan keuangan tersebut.
Dalam PSAK 1 (Revisi 1998) disebutkan bahwa dalam rangka mencapai tujuan tersebut, suatu laporan keuangan menyajikan informasi mengenai perusahaan yang meliputi :
1. Aktiva
2. Kewajiban
3. Ekuitas
4. Pendapatan dan beban, termasuk keuntungan dan kerugian
5. Arus kas
Informasi yang disajikan dalam laporan keuangan masih bersifat umum, sehingga tidak semua kebutuhan akan informasi bagi setiap pemakai laporan keuangan dapat mendapatkan informasi yang mereka inginkan. Tugas manajemen sebagai pemegang tanggung ajwab laporan keuangan inilah yang harus mampu menyusun sebuah laporan yang bermanfaat dan memenuhi keinginan para investor, sebagai “pemegang” nafas perusahaan. Selain itu, manajemen juga
Komponen-komponen laporan tersebut, meskipun memiliki tujuan masing-masing, tetap harus berada dalam satu lingkup yang sama. Hal itu karena antara satu bagian dan bagian lain dari laporan keuangan mempunyai hubungan masing-masing.
Dilematika penyusunan laporan keuangan, antara kelengkapan dan kesederhanaan.
Setiap manajemen pasti berharap laporan keuangan yang disusunnya berisi informasi yang lengkap dan detail, sehingga semakin memberikan gambaran kepada para stakeholders mengenai keadaan perusahaan yang menjadi tanggung jawabnya tersebut. Namun, yang terjadi adalah keterbatasan akan pencatatan laporan keuangan. Yang muncul adalah prinsip lengungkapan penuh (trade off) penilaian, yang terjadi antara kebutuhan untuk mengungkapkan hal-hal terperinci tentang hal yang mampu mempengaruhi keputusan pemakai, dengan kebutuhan akan pemadatan penyajian agar informasi dapat mudah dipahami. Selain itu, pertimbangan biaya pembuatan dan penyusunan laporan keuangan harus senantiasa dipikirkan juga.
Dengan adanya trade off tersebut, muncullah tiga bagian dalam laporan keuangan, yaitu bagian utama dalam laporan keuangan, bagian catatan atas laporan keuangan, serta informasi suplementer/tambahan.
Teknik laporan keuangan yang dapat digunakan sebagai alternative penjamin kelengkapan dan kesederhanaan sebuah laporan keuangan
Laporan keuangan yang baik haruslah jelas dan mudah dimengerti. Kejelasan itu juga termasuk kejelasan kebijakan yang digunakan perusahaan dalam penyusunan laporan keuangan. Kebijakan yang digunakan perusahaan untuk satu item neraca, misalnya, bisa jadi terdapat seribu satu perbedaan dengan perusahaan yang sejenis sekalipun. Sehingga harus ada penjelan mengenai hal tersebut. Padahal, manajemen dituntut pula untuk tetap mempertimbangkan biaya pembuatan laporan keuangan, serta dituntut kesederhanaan dalam laporan keungan. Agar dilematika tersebut dapat diminimalisasi, muncullah bagian ‘lain’ dari laporan keuangan, yang merupakan bagian tak terpisahkan dari suatu laporan keuangan.
Bagian ini berisi pengungkapan kebijakan-kebijakan manajemen atas item-item yang terdapat dalam laporan keuangan perusahaan. Pengungkapan inilah yang akan membantu pemakai laporan keuangan, karena terkadang perlakuan yang tidak tepat atau salah digunakan untuk suatu komponen laporan laba rugi, perubahan kekayaan perusahaan, neraca, serta keadaan arus kas karena adanya pembiasan makna terhadap kebijakan yang dipilih perusahaan, dengan kebijakan yang ‘tampak’ dalam laporan keuangan
.Ada beberapa hal yang dapat menimbulkan perbedaan kebijakan akuntansi, sehingga harus ada pengungkapan atas perlakuan akuntansi tersebut, misalnya :
Umum
1. Kebijakan konsolidasi
2. Konversi atau penjabaran mata uang asing meliputi pengakuan keuntungan dan kerugian pertukaran
3. Kebijakan penilaian menyeluruh seperti harga perolehan, daya beli umum, nilai penggantian
4. Peristiwa setelah tanggal neraca
5. Sewa guna usaha, sewa beli atau transaksi cicilan dan bunga
6. Pajak
7. Kontrak jangka panjang
8. Franchise atau waralaba
Aktiva
1. Piutang
2. Persediaan (persediaan dan barang dalam proses) dan beban pokok penjualannya
3. Aktiva dapat disusutkan dan penyusutan
4. Tanaman belum menghasilkan
5. Tanah yang dimiliki untuk pembangunan dan biaya pembangunan
6. Investasi pada anak perusahaan, investasi dalam perusahaan asosiasi dan investasi lain
7. Penelitian dan pengembangan
8. Paten dan merek dagang
9. Goodwill
Kewajiban dan Penyisihan
1. Jaminan
2. Komitmen dan kontinjensi
3. Biaya pensiun dan tunjangan hari tua
4. Pesangon dan uang penggantian
Keuntungan dan kerugian
1. Metode pengakuan pendapatan – Pemeliharaan, reparasi-perbaikan (repairs), dan penyempurnaan
2. penambahan (improvement)
3. Untung-rugi penjualan aktiva
4. Akuntansi Dana, wajib atau tak wajib, termasuk pembebanan dan pengkreditan langsung ke perkiraan surplus
Untuk itu, ada beberapa teknik yang diperlukan dalam rangka pengungkapan kebijakan-kebijakan tersebut, yaitu :
1. Parenthical explanation
2. Notes
3. Cross-References and Contra items
4. Supporting schedules
5. Terminology
1. Parenthical explanation
2. Notes
3. Cross-References and Contra items
4. Supporting schedules
5. Terminology
BAB II ISI
Teknik-teknik pengungkapan yang digunakan dalam laporan keuangan
Teknik-teknik pengungkapan yang digunakan dalam laporan keuangan
a. Parenthical Explanation (penjelasan dalam tanda kurung)
Teknik ini merupakan salah satu teknik yang bisa digunakan untuk mengungkapkan kebijakan-kebijakan tertentu di luar format umum laporan keuangan yang utama. Keunggulan dari cara ini adalah meminimalisasi kemungkinan yang akan terjadi atas kelalaian pemakai laporan keuangan untuk melihat pengungkapan berupa notes (catatan) terintegrasi di bawah laporan keuangan. Sehingga, untuk hal-hal tertentu yang diharapkan dapat dengan cepat ditemukan informasinya, atau yang ditakutkan akan ketidaktahuan pengguna akan informasi itu jika dengan teknik lain, dapat digunakanlah teknik ini.
Contoh :
1. Piutang usaha – setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar Rp1.262.348.914
(2002: Rp1.908.635.165)
1. Piutang usaha – setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar Rp1.262.348.914
(2002: Rp1.908.635.165)
2. Aktiva tetap – setelah dikurangi akumulasi
penyusutan sebesar Rp681.744.990.628
(2002: 581.345.862.052)
penyusutan sebesar Rp681.744.990.628
(2002: 581.345.862.052)
Keterangan dalam kurung tersebut merupakan penjelasan singkat bahwa piutang sebelum dikurangi penyisihan (1), nilai perolehan aktiva tetap yang diperoleh pada tahun 2002.
Keterangan ini akan sedikit menyulitkan dan memakan waktu lama jika diletakkan pada catatan atas laporan keuangan, jadi harus menggunakan teknik ini agar lebih efisien dan efektif.
Keterangan ini akan sedikit menyulitkan dan memakan waktu lama jika diletakkan pada catatan atas laporan keuangan, jadi harus menggunakan teknik ini agar lebih efisien dan efektif.
b. Catatan atas laporan keuangan
Catatan ini akan digunakan jika tidak memungkinkan digunakannya Penjelasan dalam tanda kurung.
Catatan ini akan digunakan jika tidak memungkinkan digunakannya Penjelasan dalam tanda kurung.
Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang berkedudukan menggantikan Nota Perhitungan Anggaran, sebagaimana yang dimaksud dan diatur dalamPeraturan Pemerintah Nomor 105 Tahun 2000 dan Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor 29 Tahun 2002.
Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang menjelaskan berbagai kebijakan akuntansi dan penjelasan atas pos-pos laporan keuangan yang disajikan pada Laporan Realisasai Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca dan berbagai informasi tambahan yang bersifat keuangan maupun nonkeuangan.
Catatan Atas Laporan Keuangan ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komponen laporan keuangan lainnya yang terdiri dari Laporan Realisasai Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca. Informasi yang disajikan dalam ketiga laporan tersebut harus secara bersama-sama dengan informasi yang disajikan dalamcatatan atas laporan keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan dapat dipahami oleh pembaca secara luas, tidak terbatas hanya untuk pembaca tertentu ataupun manajemen entitas pelaporan. Oleh karena itu, Laporan Keuangan mungkin mengandung informasi yang dapat mempunyai potensi kesalahpahaman di antara pembacanya. Untuk menghindari kesalahpahaman, laporan keuangan harus dibuat Catatan atas Laporan Keuangan yang berisi informasi untuk memudahkan pengguna dalam memahami Laporan Keuangan
Kesalahpahaman dapat saja disebabkan oleh persepsi dari pembaca laporan keuangan. Pembaca yang terbiasa dengan orientasi anggaran mempunyai potensi kesalahpahaman dalam memahami konsep akuntansi akrual. Pembaca yang terbiasa dengan laporan keuangan sektor komersial cenderung melihat laporan keuangan pemerintah seperti laporan keuangan perusahaan. Untuk itu, diperlukan pembahasan umum dan referensi ke pos-pos laporan keuangan menjadi penting bagi pembaca laporan keuangan.Selain itu, pengungkapan basis akuntansi dan kebijakan akuntansi yang diterapkan akan membantu pembaca untuk dapat menghindari kesalahpahaman dalam membaca laporan keuangan.
Catatan Atas Laporan Keuangan merupakan komponen laporan keuangan yang menjelaskan berbagai kebijakan akuntansi dan penjelasan atas pos-pos laporan keuangan yang disajikan pada Laporan Realisasai Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca dan berbagai informasi tambahan yang bersifat keuangan maupun nonkeuangan.
Catatan Atas Laporan Keuangan ini juga merupakan bagian yang tak terpisahkan dari komponen laporan keuangan lainnya yang terdiri dari Laporan Realisasai Anggaran, Laporan Arus Kas dan Neraca. Informasi yang disajikan dalam ketiga laporan tersebut harus secara bersama-sama dengan informasi yang disajikan dalamcatatan atas laporan keuangan.
Catatan atas Laporan Keuangan dimaksudkan agar laporan keuangan dapat dipahami oleh pembaca secara luas, tidak terbatas hanya untuk pembaca tertentu ataupun manajemen entitas pelaporan. Oleh karena itu, Laporan Keuangan mungkin mengandung informasi yang dapat mempunyai potensi kesalahpahaman di antara pembacanya. Untuk menghindari kesalahpahaman, laporan keuangan harus dibuat Catatan atas Laporan Keuangan yang berisi informasi untuk memudahkan pengguna dalam memahami Laporan Keuangan
Kesalahpahaman dapat saja disebabkan oleh persepsi dari pembaca laporan keuangan. Pembaca yang terbiasa dengan orientasi anggaran mempunyai potensi kesalahpahaman dalam memahami konsep akuntansi akrual. Pembaca yang terbiasa dengan laporan keuangan sektor komersial cenderung melihat laporan keuangan pemerintah seperti laporan keuangan perusahaan. Untuk itu, diperlukan pembahasan umum dan referensi ke pos-pos laporan keuangan menjadi penting bagi pembaca laporan keuangan.Selain itu, pengungkapan basis akuntansi dan kebijakan akuntansi yang diterapkan akan membantu pembaca untuk dapat menghindari kesalahpahaman dalam membaca laporan keuangan.
Catatan atas laporan keuangan harus menyajikan fakta yang lengkap dan ringkas. Kata-kata yang kurang hati-hati atau berlebihan justru akan menyesatkan pemakai laporan keuangan. Catatan harus menambah informasi yang tidak terdapat dalam laporan keuangan utama, dan bukan justru memunculkan pertanyaan baru yang tidak terjawab atau bertentangan.
Contoh:
Aktiva
Aktiva lancer catatan/notes
Kas dan setara kas 2d, 4
Piutang usaha – setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar Rp1.262.348.914
(2002: Rp1.908.635.165) 2e, 5
Aktiva
Aktiva lancer catatan/notes
Kas dan setara kas 2d, 4
Piutang usaha – setelah dikurangi penyisihan
piutang ragu-ragu sebesar Rp1.262.348.914
(2002: Rp1.908.635.165) 2e, 5
Keterangan :
Kas dan setara kas
2d. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasi, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua
investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari sejak tanggal
penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Nomor 4 itu menunjukan hitungan untuk memperoleh cash sejumlah itu. Untuk keterangannya ada di lampiran.
2e. Piutang dan penyisihan piutang ragu-ragu
Piutang disajikan sebesar nilai nominal dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan
penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.
Untuk penjelasan nomor 5 berada di lampiran.
Kas dan setara kas
2d. Untuk tujuan laporan arus kas konsolidasi, kas dan setara kas terdiri dari kas, bank dan semua
investasi yang jatuh tempo dalam waktu tiga bulan atau kurang dari sejak tanggal
penempatannya dan yang tidak dijaminkan serta tidak dibatasi penggunaannya.
Nomor 4 itu menunjukan hitungan untuk memperoleh cash sejumlah itu. Untuk keterangannya ada di lampiran.
2e. Piutang dan penyisihan piutang ragu-ragu
Piutang disajikan sebesar nilai nominal dikurangi dengan penyisihan piutang ragu-ragu.
Perusahaan dan anak perusahaan menetapkan penyisihan piutang ragu-ragu berdasarkan
penelaahan terhadap masing-masing akun piutang pada akhir tahun.
Untuk penjelasan nomor 5 berada di lampiran.
Untuk catatan atas laporan Keuangan Pemerintah sendiri tercantum dalam PSAP. Untuk penulisan catatan Laporan Keuangan Pemerintah dicantumkan bahwa :
1. Catatan atas Laporan Keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Termasuk pula dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan, seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen komitmen lainnya.
2. Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai, antara lain:
a. Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target
b. Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan
c. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya
d. Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh PernyataanStandar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan
e. Mengungkapkan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas
f. Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
Pengungkapan untuk masing-masing pos pada laporan keuangan mengikuti standar berlaku yang mengatur tentang pengungkapan untuk pos-pos yang berhubungan. Misalnya, Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan tentang Persediaan mengharuskan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.
Untuk memudahkan pembaca laporan, pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan dapat disajikan secara narasi, bagan, grafik, daftar dan skedul atau bentuk lain yang lazim yang mengikhtisarkan secara ringkas dan padat kondisi dan posisi keuangan entitas pelaporan.
3. Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat membantu pembacanya untuk dapat memahami kondisi dan posisi keuangan entitas pelaporan secara keseluruhan
Untuk membantu pembaca Laporan Keuangan, Catatan atas Laporan Keuangan harus menyajikan informasi yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana perkembangan posisi dan kondisi keuangan/fiskal entitas pelaporan serta bagaimana hal tersebut tercapai.
Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, entitas pelaporan harus menyajikan informasi mengenai perbedaan yang penting posisi dan kondisi keuangan/fiskal periode berjalan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, dibandingkan dengan anggaran, dan dengan rencana lainnya sehubungan dengan realisasi anggaran. Termasuk dalam penjelasan perbedaan adalah perbedaan asumsi ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan anggaran dibandingkan dengan realisasinya.
Kebijakan fiskal yang perlu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah kebijakan-kebijakan pemerintah dalam peningkatan pendapatan, efisiensi belanja dan penentuan sumber atau penggunaan pembiayaan. Misalnya penjabaran rencana strategis dalam kebijakan penyusunan APBN/APBD, sasaran, program dan prioritas anggaran, kebijakan intensifikasi/ekstensifikasi perpajakan, pengembangan pasar surat utang negara. Kondisi ekonomi makro yang pelu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah asumsi-asumsi indikator ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan APBN/APBD berikut tingkat capaiannya. Indikator ekonomi makro tersebut antara lain Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, harga minyak, tingkat suku bunga dan neraca pembayaran.
4. Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat menjelaskan perubahan anggaran yang penting selama periode berjalan dibandingkan dengan anggaran yang pertama kali disahkan oleh DPR/DPRD, hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan, serta masalah lainnya yang dianggap perlu oleh manajemen entitas pelaporan untuk diketahui pembaca laporan keuangan.
Dalam satu periode pelaporan, dikarenakan alasan dan kondisi tertentu, entitas pelaporan mungkin melakukan perubahan anggaran dengan persetujuan DPR/DPRD. Agar pembaca laporan keuangan dapat mengikuti kondisi dan perkembangan anggaran, penjelasan atas perubahan-perubahan yang ada, yang disahkan oleh DPR/DPRD, dibandingkan dengan anggaran pertama kali disahkan akan membantu pembaca dalam memahami kondisi anggaran dan keuangan entitas pelaporan.
Dalam kondisi tertentu, entitas pelaporan belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan, misalnya jumlah unit pembangunan bangunan sekolah dasar. Penjelasan mengenai hambatan dan kendala yang ada, misalnya kurangnya ketersediaan lahan, perlu dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Untuk membantu pembaca laporan keuangan, manajemen entitas pelaporan mungkin merasa perlu untuk memberikan informasi keuangan lainnya yang dianggap perlu untuk diketahui pembaca, misalnya kewajiban yang memerlukan ketersediaan dana dalam anggaran periode mendatang.
1. Catatan atas Laporan Keuangan harus disajikan secara sistematis. Setiap pos dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas harus mempunyai referensi silang dengan informasi terkait dalam Catatan atas Laporan Keuangan
Catatan atas Laporan Keuangan meliputi penjelasan atau daftar terinci atau analisis atas nilai suatu pos yang disajikan dalam Laporan Realisasi Anggaran, Neraca, dan Laporan Arus Kas. Termasuk pula dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah penyajian informasi yang diharuskan dan dianjurkan oleh Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan serta pengungkapan-pengungkapan lainnya yang diperlukan untuk penyajian yang wajar atas laporan keuangan, seperti kewajiban kontinjensi dan komitmen komitmen lainnya.
2. Catatan atas Laporan Keuangan menyajikan informasi tentang penjelasan pos-pos laporan keuangan dalam rangka pengungkapan yang memadai, antara lain:
a. Menyajikan informasi tentang kebijakan fiskal/keuangan, ekonomi makro, pencapaian target Undang-undang APBN/Perda APBD, berikut kendala dan hambatan yang dihadapi dalam pencapaian target
b. Menyajikan ikhtisar pencapaian kinerja keuangan selama tahun pelaporan
c. Menyajikan informasi tentang dasar penyusunan laporan keuangan dan kebijakan-kebijakan akuntansi yang dipilih untuk diterapkan atas transaksi-transaksi dan kejadian-kejadian penting lainnya
d. Mengungkapkan informasi yang diharuskan oleh PernyataanStandar Akuntansi Pemerintahan yang belum disajikan dalam lembar muka laporan keuangan
e. Mengungkapkan informasi untuk pos-pos aset dan kewajiban yang timbul sehubungan dengan penerapan basis akrual atas pendapatan dan belanja dan rekonsiliasinya dengan penerapan basis kas
f. Menyediakan informasi tambahan yang diperlukan untuk penyajian yang wajar, yang tidak disajikan dalam lembar muka laporan keuangan.
Pengungkapan untuk masing-masing pos pada laporan keuangan mengikuti standar berlaku yang mengatur tentang pengungkapan untuk pos-pos yang berhubungan. Misalnya, Pernyataan Standar Akuntansi Pemerintahan tentang Persediaan mengharuskan pengungkapan kebijakan akuntansi yang digunakan dalam pengukuran persediaan.
Untuk memudahkan pembaca laporan, pengungkapan pada Catatan atas Laporan Keuangan dapat disajikan secara narasi, bagan, grafik, daftar dan skedul atau bentuk lain yang lazim yang mengikhtisarkan secara ringkas dan padat kondisi dan posisi keuangan entitas pelaporan.
3. Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat membantu pembacanya untuk dapat memahami kondisi dan posisi keuangan entitas pelaporan secara keseluruhan
Untuk membantu pembaca Laporan Keuangan, Catatan atas Laporan Keuangan harus menyajikan informasi yang dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti bagaimana perkembangan posisi dan kondisi keuangan/fiskal entitas pelaporan serta bagaimana hal tersebut tercapai.
Untuk dapat menjawab pertanyaan-pertanyaan di atas, entitas pelaporan harus menyajikan informasi mengenai perbedaan yang penting posisi dan kondisi keuangan/fiskal periode berjalan bila dibandingkan dengan periode sebelumnya, dibandingkan dengan anggaran, dan dengan rencana lainnya sehubungan dengan realisasi anggaran. Termasuk dalam penjelasan perbedaan adalah perbedaan asumsi ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan anggaran dibandingkan dengan realisasinya.
Kebijakan fiskal yang perlu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah kebijakan-kebijakan pemerintah dalam peningkatan pendapatan, efisiensi belanja dan penentuan sumber atau penggunaan pembiayaan. Misalnya penjabaran rencana strategis dalam kebijakan penyusunan APBN/APBD, sasaran, program dan prioritas anggaran, kebijakan intensifikasi/ekstensifikasi perpajakan, pengembangan pasar surat utang negara. Kondisi ekonomi makro yang pelu diungkapkan dalam Catatan atas Laporan Keuangan adalah asumsi-asumsi indikator ekonomi makro yang digunakan dalam penyusunan APBN/APBD berikut tingkat capaiannya. Indikator ekonomi makro tersebut antara lain Produk Domestik Bruto/Produk Domestik Regional Bruto, pertumbuhan ekonomi, tingkat inflasi, nilai tukar, harga minyak, tingkat suku bunga dan neraca pembayaran.
4. Catatan atas Laporan Keuangan harus dapat menjelaskan perubahan anggaran yang penting selama periode berjalan dibandingkan dengan anggaran yang pertama kali disahkan oleh DPR/DPRD, hambatan dan kendala yang ada dalam pencapaian target yang telah ditetapkan, serta masalah lainnya yang dianggap perlu oleh manajemen entitas pelaporan untuk diketahui pembaca laporan keuangan.
Dalam satu periode pelaporan, dikarenakan alasan dan kondisi tertentu, entitas pelaporan mungkin melakukan perubahan anggaran dengan persetujuan DPR/DPRD. Agar pembaca laporan keuangan dapat mengikuti kondisi dan perkembangan anggaran, penjelasan atas perubahan-perubahan yang ada, yang disahkan oleh DPR/DPRD, dibandingkan dengan anggaran pertama kali disahkan akan membantu pembaca dalam memahami kondisi anggaran dan keuangan entitas pelaporan.
Dalam kondisi tertentu, entitas pelaporan belum dapat mencapai target yang telah ditetapkan, misalnya jumlah unit pembangunan bangunan sekolah dasar. Penjelasan mengenai hambatan dan kendala yang ada, misalnya kurangnya ketersediaan lahan, perlu dijelaskan dalam Catatan atas Laporan Keuangan.
Untuk membantu pembaca laporan keuangan, manajemen entitas pelaporan mungkin merasa perlu untuk memberikan informasi keuangan lainnya yang dianggap perlu untuk diketahui pembaca, misalnya kewajiban yang memerlukan ketersediaan dana dalam anggaran periode mendatang.
5. Pengungkapn pada catatan laporan keuangan dapat dirinci setiap pos. Misalnya:
a. piutang dirinci menurut jumlah piutang pajak, retribusi, penjualan, fihak terkait, uang muka, dan jumlah lainnya; piutang transfer dirinci menurut sumbernya
b. persediaan dirinci lebih lanjut sesuai dengan standar yang mengatur akuntansi untuk persediaan
c. aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kelompok sesuai dengan standar yang mengatur tentang aset tetap
d. utang transfer dianalisis menurut entitas penerimanya
e. dana cadangan diklasifikasikan sesuai dengan peruntukannya
f. komponen ekuitas dana diklasifikasikan menjadi ekuitas dana lancar, ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan
g. pengungkapan kepentingan pemerintah dalam perusahaan negara/daerah/lainnya adalah jumlah penyerta diberikan, tingkat pengendalian dan metode penilaian
a. piutang dirinci menurut jumlah piutang pajak, retribusi, penjualan, fihak terkait, uang muka, dan jumlah lainnya; piutang transfer dirinci menurut sumbernya
b. persediaan dirinci lebih lanjut sesuai dengan standar yang mengatur akuntansi untuk persediaan
c. aset tetap diklasifikasikan berdasarkan kelompok sesuai dengan standar yang mengatur tentang aset tetap
d. utang transfer dianalisis menurut entitas penerimanya
e. dana cadangan diklasifikasikan sesuai dengan peruntukannya
f. komponen ekuitas dana diklasifikasikan menjadi ekuitas dana lancar, ekuitas dana investasi, dan ekuitas dana cadangan
g. pengungkapan kepentingan pemerintah dalam perusahaan negara/daerah/lainnya adalah jumlah penyerta diberikan, tingkat pengendalian dan metode penilaian
Referensi Silang dan Pos-Pos Kontra
Referensi silang merupakan suatu hubungan antara aktiva dengan hutang dalam neraca. Sebagai contoh, misalnya, sebuah perusahaan memiliki hutang sebesar Rp 20.000.000,- dan tercatat di sisi liabilities. Dan untuk menjamin hutang tersebut, debitur mendepositokan uang sebesar Rp 5.000.000,- Di mana uang sebesar Rp 5.000.000,- merupakan kas yang disisihkan dan tidak dipakai dalam proses operasi perusahaan.
Sehingga terjadi pencatatan di mana sisi Liabilities mencatat hutangnya dan sisi Asset mencatat aktiva yang disisihkan untuk melunasi hutang tersebut.
Selain itu dapat juga dibuat akun kontra atau akun pembantu. Di mana akun kontra merupakan akun yang akan mengurangi nilai aktiva, kewajiban maupun harta pemilik. Akun yang termasuk ke dalam golongan ini contohnya adalah Akumulasi Penyusutan. Yang mamna dengan semakin bertambahnya nilai dari akun tersebut maka akan semakin mengurangi nilai aktiva yang disusutkan.
Selain itu terdapat pula akun pembantu yang fungsinya berbanding terbalik dengan akun kontra. Jika akun kontra mengurangi nilai-nilai dari aktiva, liabilities maupun ekuitas. Maka akun pembantu akan berpengaruh sebaliknya di mana akun pembantu akan menaikkan masing-masing dari nilai tersebut. Contohnya adalah Premi atas Hutang Obligasi. Yang mana jika nilainya dimasukkan maka akan menambah nilai dari Hutang Obligasi perusahaan.
Sehingga terjadi pencatatan di mana sisi Liabilities mencatat hutangnya dan sisi Asset mencatat aktiva yang disisihkan untuk melunasi hutang tersebut.
Selain itu dapat juga dibuat akun kontra atau akun pembantu. Di mana akun kontra merupakan akun yang akan mengurangi nilai aktiva, kewajiban maupun harta pemilik. Akun yang termasuk ke dalam golongan ini contohnya adalah Akumulasi Penyusutan. Yang mamna dengan semakin bertambahnya nilai dari akun tersebut maka akan semakin mengurangi nilai aktiva yang disusutkan.
Selain itu terdapat pula akun pembantu yang fungsinya berbanding terbalik dengan akun kontra. Jika akun kontra mengurangi nilai-nilai dari aktiva, liabilities maupun ekuitas. Maka akun pembantu akan berpengaruh sebaliknya di mana akun pembantu akan menaikkan masing-masing dari nilai tersebut. Contohnya adalah Premi atas Hutang Obligasi. Yang mana jika nilainya dimasukkan maka akan menambah nilai dari Hutang Obligasi perusahaan.
Supporting schedule
Karena neraca hanya membuat satu pos ikhtisar, maka dibuatlah suatu pencatatan yang bernama Supporting schedule yaitu, merupakan suatu schedule yang terpisah dari laporan keuangan untuk menyajikan informasi yang lebih rinci mengenai aktiva atau kewajiban tertentu. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:
a) Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b) Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c) Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan
e) Jaminan utang
f) Perubahan dalam provisi
g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali
h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.
i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan
j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
k) Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib
Karena neraca hanya membuat satu pos ikhtisar, maka dibuatlah suatu pencatatan yang bernama Supporting schedule yaitu, merupakan suatu schedule yang terpisah dari laporan keuangan untuk menyajikan informasi yang lebih rinci mengenai aktiva atau kewajiban tertentu. Sejumlah skedul pendukung juga wajib dibuat, terpisah dari catatan atas laporan keuangan, yang meliputi:
a) Perubahan dalam modal saham dan cadangan wajib
b) Perubahan dalam obligasi dan utang jangka panjang dan jangka pendek
c) Perubahan dalam aktiva tetap dan akumulasi depresiasi
d) Aktiva dalam penjaminan
e) Jaminan utang
f) Perubahan dalam provisi
g) Jumlah yang terutang kepada dan yang tertagih dari pemegang saham pengendali
h) Kepemilikan ekuitas dalam anak perusahaan dan jumlah lembar saham perusahaan yang dimiliki oleh anak perusahaan tersebut.
i) Piutang yang berasal dari anak perusahaan
j) Transaksi dengan direktur, auditor wajib, pemegang saham pengendali dan pihak ketiga yang menimbulkan konflik kepentingan
k) Remunerasi yang dibayarkan kepada direktur dan auditor wajib
Informasi ini disusun untuk satu tahun tunggal berdasarkan suatu induk perusahaan dan wajib diaudit oleh auditor.
Contoh: supporting schedule
BALANCE SHEET SUPPORT SCHEDULE – FIXED ASSETS
Contoh: supporting schedule
BALANCE SHEET SUPPORT SCHEDULE – FIXED ASSETS
For the Month of: ______________________
Fixed Assets
This Month of This Year This Month of Last Year
Balance per Balance Sheet $0.00 $0.00
Land Balance $0.00 $0.00
Building Balance $0.00 $0.00
Equipment Balance $0.00 $0.00
Accumulated Depreciation $0.00 $0.00
Leasehold Improvements $0.00 $0.00
Amortization of L.H. Imp. $0.00 $0.00
Total Fixed Assets per Balance Sheet $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Balance per Balance Sheet $0.00 $0.00
Land Balance $0.00 $0.00
Building Balance $0.00 $0.00
Equipment Balance $0.00 $0.00
Accumulated Depreciation $0.00 $0.00
Leasehold Improvements $0.00 $0.00
Amortization of L.H. Imp. $0.00 $0.00
Total Fixed Assets per Balance Sheet $0.00 $0.00
Balance per Detailed Fixed Assets and Depreciation Subsystem
This Month of This Year This Month of Last Year
Land
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Land $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Land
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Land $0.00 $0.00
Buildings
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Buildings $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Buildings $0.00 $0.00
Equipment
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Equipment $0.00 $0.00
Accumulated Depreciation
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Accumulated Depreciation $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Equipment $0.00 $0.00
Accumulated Depreciation
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Accumulated Depreciation $0.00 $0.00
Leasehold Improvements
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Leashold Improvements $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Leashold Improvements $0.00 $0.00
Amortization of L.H. Imp.
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Amortization of Leasehold Improvements $0.00 $0.00
This Month of This Year This Month of Last Year
Beginning Balance Month $0.00 $0.00
Additions $0.00 $0.00
Deletions $0.00 $0.00
Total Amortization of Leasehold Improvements $0.00 $0.00
Net Total of All Fixed Assets $0.00 $0.00
Detail totals must agree with Fixed Assets on Balance Sheet.
Prepared by: _______________________________ Date: __________________
Reviewed by: ______________________________ Date: __________________
TERMINOLOGI
Judul-judul akun dalam buku besar umum tidak harus merupakan terminologi terbaik bagi tujuan penyajian neraca. Judul-judul akun ini seringkali singkat dan mencangkup istilah teknis yang hany dipahami oleh akuntan. Selain itu, neraca juga dianalisis oleh banyak orang yang tidak familiar dengan kosa kata teknis dari akuntansi. Jadi, neraca harus mengandung uraian yang bisa diapahami secara umum dan tidak rentan terhadap kesalahan interprestasi.
Profesi akuntansi telah merekomendasikan agar istilah cadangan (reserve) hanya digunakan untuk menjelaskan aprosiasi laba ditahan. Istilah ini sebelumnya telah digunakan dalam beberapa cara: untuk menjelaskan jumlah yang dikurangkan dari aktiva (akun kontra seperti akumulasi penyusutan) dan penyisihan piutaang tak tertagih), dan bagian dari judul kewajiban kontijen atau yang di estimasi. Karena istilah ini mengandung banyak arti, maka pemakaiannya seringkali salah di interprestasikan. Pemakaian “cadangan” hanya untuk menjelaskan apropriasi laba ditahan telah menghasilkan pemahaman yang lebih baik atas signifikansinya ketika ditampilkan kedalam neraca. Akan tetapi, “apropriasi” tampaknya lebih logis dan pemakaiannya harus lebih ditingkatkan.
Selama bertahun-tahun profesi akuntan telah merekomendasi agar pemakaian istilah surplus dihentikan dalam menyajikan ekuitas pemilik di neraca. Penggunaan istilah surplus modal, surplus modal disetor, dan surplus laba sangat membingungkan pemakai nonakuntan. Walaupun ntelah dikecam oleh profesi akuntansi, namun istilah ini masih sering muncul dalam laporan keuangan dewasa ini.
Berikut ini merupakan terminologi yang digunakan dalam mengumpulkan data akuntansi:
Kejadian (Event)
Peristiwa yang berpengaruh. Suatu kejadian yang umumnya merupakan sumber atau penyebab dari perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Kejadian bisa bersifat eksternal ataupun internal.
Transaksi (Transaction)
Kejadian eksternal yang melibatkan transfer atau pertukaran antara dua entitas atau lebih.
Akun (Account)
Catatan sistematis yang memperlihatkan pengaruh dari transaksi dan kejadian lainnya terhadap aktiva tertentu atau ekuitas. Akun yang terpisah digunakan untuk setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal (ekuitas pemilik).
Akun Riil dan Nominal
Akun riil (permanen) adalah akun-akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas; akunakun ini muncul pada neraca. Akun nominal (temporer) adalah akun-akun pendapatan, beban, dan dividen; akun-akun ini muncul pada laporan laba-rugi, kecuali dividen. Akun nominal akan ditutup secara periodik; sementara akun riil tidak.
Buku Besar (Ledger)
Suatu dokumen yang mengandung akun-akun. Setiap akun biasanya memiliki halaman tersendiri. Buku besar umum berisi semua akun aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan beban. Buku besar pembantu mencatat rincian yang berhubungan dengan akun buku besar umum tertentu.
Jurnal
Buku pencatatan awal di mana transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dicatat pertama kali. Berbagai jumlah yang terdapat dalam jurnal kemudian dipindahkan ke buku besar.
Pemindahbukuan (Posting)
Proses pemindahan fakta-fakta dan angka-angka penting dari jurnal ke akun buku besar.
Neraca Saldo (Trial Balance)
Daftar semua akun terbuka dalam buku beserta saldonya. Neraca saldo yang tercipta setelah semua penyesuaian dipindahkan ke buku besar disebut dengan Neraca Saldo Yang Disesuaikan. Neraca saldo yang tercipta setelah semua ayat jurnal penutup di-posting dinamakan Neraca Saldo Pasca-penutupan. Neraca saldo bisa dibuat kapan saja.
Judul-judul akun dalam buku besar umum tidak harus merupakan terminologi terbaik bagi tujuan penyajian neraca. Judul-judul akun ini seringkali singkat dan mencangkup istilah teknis yang hany dipahami oleh akuntan. Selain itu, neraca juga dianalisis oleh banyak orang yang tidak familiar dengan kosa kata teknis dari akuntansi. Jadi, neraca harus mengandung uraian yang bisa diapahami secara umum dan tidak rentan terhadap kesalahan interprestasi.
Profesi akuntansi telah merekomendasikan agar istilah cadangan (reserve) hanya digunakan untuk menjelaskan aprosiasi laba ditahan. Istilah ini sebelumnya telah digunakan dalam beberapa cara: untuk menjelaskan jumlah yang dikurangkan dari aktiva (akun kontra seperti akumulasi penyusutan) dan penyisihan piutaang tak tertagih), dan bagian dari judul kewajiban kontijen atau yang di estimasi. Karena istilah ini mengandung banyak arti, maka pemakaiannya seringkali salah di interprestasikan. Pemakaian “cadangan” hanya untuk menjelaskan apropriasi laba ditahan telah menghasilkan pemahaman yang lebih baik atas signifikansinya ketika ditampilkan kedalam neraca. Akan tetapi, “apropriasi” tampaknya lebih logis dan pemakaiannya harus lebih ditingkatkan.
Selama bertahun-tahun profesi akuntan telah merekomendasi agar pemakaian istilah surplus dihentikan dalam menyajikan ekuitas pemilik di neraca. Penggunaan istilah surplus modal, surplus modal disetor, dan surplus laba sangat membingungkan pemakai nonakuntan. Walaupun ntelah dikecam oleh profesi akuntansi, namun istilah ini masih sering muncul dalam laporan keuangan dewasa ini.
Berikut ini merupakan terminologi yang digunakan dalam mengumpulkan data akuntansi:
Kejadian (Event)
Peristiwa yang berpengaruh. Suatu kejadian yang umumnya merupakan sumber atau penyebab dari perubahan aktiva, kewajiban, dan ekuitas. Kejadian bisa bersifat eksternal ataupun internal.
Transaksi (Transaction)
Kejadian eksternal yang melibatkan transfer atau pertukaran antara dua entitas atau lebih.
Akun (Account)
Catatan sistematis yang memperlihatkan pengaruh dari transaksi dan kejadian lainnya terhadap aktiva tertentu atau ekuitas. Akun yang terpisah digunakan untuk setiap aktiva, kewajiban, pendapatan, beban, dan modal (ekuitas pemilik).
Akun Riil dan Nominal
Akun riil (permanen) adalah akun-akun aktiva, kewajiban, dan ekuitas; akunakun ini muncul pada neraca. Akun nominal (temporer) adalah akun-akun pendapatan, beban, dan dividen; akun-akun ini muncul pada laporan laba-rugi, kecuali dividen. Akun nominal akan ditutup secara periodik; sementara akun riil tidak.
Buku Besar (Ledger)
Suatu dokumen yang mengandung akun-akun. Setiap akun biasanya memiliki halaman tersendiri. Buku besar umum berisi semua akun aktiva, kewajiban, ekuitas pemilik, pendapatan, dan beban. Buku besar pembantu mencatat rincian yang berhubungan dengan akun buku besar umum tertentu.
Jurnal
Buku pencatatan awal di mana transaksi dan kejadian-kejadian lainnya dicatat pertama kali. Berbagai jumlah yang terdapat dalam jurnal kemudian dipindahkan ke buku besar.
Pemindahbukuan (Posting)
Proses pemindahan fakta-fakta dan angka-angka penting dari jurnal ke akun buku besar.
Neraca Saldo (Trial Balance)
Daftar semua akun terbuka dalam buku beserta saldonya. Neraca saldo yang tercipta setelah semua penyesuaian dipindahkan ke buku besar disebut dengan Neraca Saldo Yang Disesuaikan. Neraca saldo yang tercipta setelah semua ayat jurnal penutup di-posting dinamakan Neraca Saldo Pasca-penutupan. Neraca saldo bisa dibuat kapan saja.
Ayat Jurnal Penyesuaian (Adjusting Entries)
Ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memperbaharui semua akun agar laporan keuangan yang tepat bisa dibuat.
Laporan Keuangan
Laporan yang mencerminkan pengumpulan, tabulasi, dan ikhtisar akhir daridata akuntansi. Empat laporan yang umum adalah : (1) Neraca, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi, (2) Laporan Laba Rugi, yang mengukur hasil-hasil operasi selama periode bersangkutan, (3) Laporan Arus Kas, yang melaporkan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan selama suatu periode, dan (4) Laporan Laba Ditahan, yang merekonsiliasi saldo akan laba ditahan dari awal periode sampai akhir periode.
Ayat Jurnal Penutup
Proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun nominal menjadi nol dan menentukan serta metransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ekuitas pemilik yang umumnya diistilahkan dengan penutupan buku besar.
Shareholders atau stockholders
Shareholder merupakan orang yang memiliki bagian dari saham di perusahaan biasanya juga disebut dengan stockholders
Ayat jurnal yang dibuat pada akhir periode akuntansi untuk memperbaharui semua akun agar laporan keuangan yang tepat bisa dibuat.
Laporan Keuangan
Laporan yang mencerminkan pengumpulan, tabulasi, dan ikhtisar akhir daridata akuntansi. Empat laporan yang umum adalah : (1) Neraca, yang menunjukkan kondisi keuangan perusahaan pada akhir periode akuntansi, (2) Laporan Laba Rugi, yang mengukur hasil-hasil operasi selama periode bersangkutan, (3) Laporan Arus Kas, yang melaporkan kas yang disediakan oleh aktivitas operasi, investasi, dan pembiayaan selama suatu periode, dan (4) Laporan Laba Ditahan, yang merekonsiliasi saldo akan laba ditahan dari awal periode sampai akhir periode.
Ayat Jurnal Penutup
Proses formal yang dipakai untuk mengurangi semua akun nominal menjadi nol dan menentukan serta metransfer laba bersih atau rugi bersih ke akun ekuitas pemilik yang umumnya diistilahkan dengan penutupan buku besar.
Shareholders atau stockholders
Shareholder merupakan orang yang memiliki bagian dari saham di perusahaan biasanya juga disebut dengan stockholders
Beban amortisasi
Alokasi biaya yang tepat harus dilakukan di antara berbagai pos aktiva dan beban (misalnya dalam penetapan unsur harga perolehan properti, pabrik dan peralatan atau biaya pemeliharaan), karena akan mempengaruhi perhitungan laba untuk serangkaian periode akuntansi. Beban amortisasi ini juga disebut beban depresiasi .
Net earnings atu laba rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Informasi tentang kinerja suatu perusahaan, terutama tentang profitabilitas, dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa- yang akan datang. Informasi tersebut juga seringkali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa yang akan datang. Informasi tentang kemungkinan perubahan kinerja juga penting dalam hal ini. Net earnings ini juga kadang disebut oleh akuntan sebagai net income.
Statement of cash flows (arus kas)
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Statement cash flows ini juga disebut sebagai statement of change in financial reporting.
Alokasi biaya yang tepat harus dilakukan di antara berbagai pos aktiva dan beban (misalnya dalam penetapan unsur harga perolehan properti, pabrik dan peralatan atau biaya pemeliharaan), karena akan mempengaruhi perhitungan laba untuk serangkaian periode akuntansi. Beban amortisasi ini juga disebut beban depresiasi .
Net earnings atu laba rugi
Laporan laba rugi merupakan laporan utama untuk melaporkan kinerja dari suatu perusahaan selama suatu periode tertentu. Informasi tentang kinerja suatu perusahaan, terutama tentang profitabilitas, dibutuhkan untuk mengambil keputusan tentang sumber ekonomi yang akan dikelola oleh suatu perusahaan di masa- yang akan datang. Informasi tersebut juga seringkali digunakan untuk memperkirakan kemampuan suatu perusahaan untuk menghasilkan kas dan aktiva yang disamakan dengan kas di masa yang akan datang. Informasi tentang kemungkinan perubahan kinerja juga penting dalam hal ini. Net earnings ini juga kadang disebut oleh akuntan sebagai net income.
Statement of cash flows (arus kas)
Informasi tentang arus kas suatu perusahaan berguna bagi para pemakai laporan keuangan sebagai dasar untuk menilai kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas dan menilai kebutuhan perusahaan untuk menggunakan arus kas tersebut. Dalam proses pengambilan keputusan ekonomi, para pemakai perlu melakukan evaluasi terhadap kemampuan perusahaan dalam menghasilkan kas dan setara kas serta kepastian perolehannya. Statement cash flows ini juga disebut sebagai statement of change in financial reporting.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar