Pelayanan Publik..
Sebuah Rumah Sakit di bilangan Jakarta Selatan...
Tepatnya setahun yang lalu saya mendapatkan musibah, saya ditabrak sepeda motor yang lumayan melaju kencang di depan Mall di dekat kampus. Saya mendapat luka yang lumayan parah, darah keluar terus dari mulut, gigi depan saya patah. Lalu saya dibawa ke klinik dekat2 situ, di klinik luka2 saya dibersihkan lalu direkomendasikan ke sebuah Rumah sakit di daerah Jakarta Selatan.
Akhirnya saya menuju ke rumah sakit tersebut, sampai rumah sakit sekitar jam 6 maghrib langsung masuk ke ruang IGD. Agak lama baru ada dokter yang memeriksa dan itu hanya diliat luka dan ditanyain dikit2. Lalu ditinggal, dan dokter memberi resep pada suster untuk dikasihin ke teman saya buat dibeli di apotek. Saya pun menunggu lama di sana, menunggu obat datang lalu setelah dapat suster menyuntikkan obat dan memasang infus di tubuh saya. Entah berapa lama saya menunggu dengan menahan sakit sementara dokter dan suster terlihat lalu lalang di depan saya. Merasa kesal karena luka saya tak kunjung ditangani, padahal darah masih keluar dari mulut. Kata dokter bibir bagian dalam saya robek jadi perlu dijahit, menunggu sangat lama. Sementara itu, saya juga sempat masuk ke ruang lab buat ronsen kepala dan tangan kiri saya yang begkak dan terasa sakit. Alhamdulillah,, hasil untuk ronsen kepala baik2 saja dan tangan kiri saya katanya sih tulangnya ada yang bergeser dikit, padahal klo saya lihat baik2 saja, mungkin hanya terkilir.
Baru jam 11 malam, saya masuk ke ruang bedah, di sana saya juga menunggu agak lama lalu bibir saya yang robek itu dijahit. Dan tangan saya, katanya perlu untuk di gips, akhirnya teman saya disuruh membeli bahan2 untuk menggips tangan saya. Padahal saya merasa tidak perlu, ini kan hanya terkilir??
Mungkin jam12 malam, saya baru selesai ditangani dan akhirnya saya disuruh menunggu di
IGD untuk mendapatkan kamar, karena katanya saya harus diperiksa oleh dokter bedah plastik mengenai kondisi mulut dan rahang saya. Sedangkan dokternya baru ada besok paginya. Akhirnya saya harus menginap di rumah sakit tersebut, menunggu jam3 pagi baru mendapatkan kamar. Benar2 kamar yang tidak nyaman, pengap, kurang cahaya matahari, gerah, dan sumpek. Benar2 pengin cepat2 pulang.
Paginya ditunggu jam8 katanya dokter mau memeriksa tapi tak kunjung datang juga, jam9 dokter baru datang. Dan alhamdulillah,, katanya tak perlu dioperasi karena kondisinya baik2 saja dan sudah boleh pulang. Kabar gembira, tapi ternyata saya harus menunggu lama untuk mengurusi ini itu. Harus beli obat dulu karena ada obat yang perlu disuntikkan ke tubuh saya. Benar2 tidak betah, baru jam1 saya baru bisa keluar. Tentu saja masih dengan kondis berantakan, baju saya masih berlumuran darah. Ya harus ganti sendiri harusnya, tapi susah,, tangan kanan inndus dan tangan kiri gips. hahha,, benar2 kondisi yang sangat kacau, dengan kondisi mulut dan pipi bengkak juga.
Tapi tetap bersyukur karena saya akhirnya pulang juga, pengalaman yang sangat tidak menyenangkan,sangat tidak puas dengan pelayanan di sana. Alhamdulillah saya masih bersabar. Tapi ternyata kekecewaan saya belum berakhir. Saya disuruh datang seminggu lagi ke dokter bedah.
Seminggu saya di rumah kondisi saya tidak semakin membaik. Mulut saya masih tetap bengkak, kalo buat menunduk ada rasa sakit dan berat. Lalu setelah dijadwalkan, saya kembali ke rumah sakit tersebut untuk menemui dokter bedah di polokliniknya. Disana, ternyata saya harus cepat2 ke dokter gigi karena kondisi luka saya mengenai gigi bukan rahang.
Ketemu dokter gigi, di sana saya kena marah kenapa ga dari seminggu yang lalu datang?? kenapa ga waktu sehabis kecelakaan datang?? Kondisi gigi saya ternyata ga cuma patah tapi ternyata masuk ke dalam maka sebab itu mulut dan pipi saya bengkak tak sembuh-sembuh. Dan secepatnya harus dicabut diletakkan ke posisi semula. Tapi karena waktunya tidak mencukupi, poliklinik udah saatnya tutup. Saya dtawarkan untuk ditangani di rumah dokternya, kebetulan rumahnya di daerah deket2 kampus. Malamnya saya langsung ke sana dan ditangani oleh dokter, dengan harus check ke sana seminggu sekali selama sebulan. Untuk mengontrol kuatnya gigi dan gusi saya.
Alhamdulillah saya tak kecewa dengan pelayanan dokter gigi tersebut, walau agak galak tapi cepat tanggap dan ditangani betul2. Saya kecewa dengan pelayanan rumah sakit dimana Beliau bekerja benar2 tidak profesional. Bagaimana mungkin pasien disuruh menunggu dan ditanganinya ga langsung? harus beli obat dulu, kalo butuh obat secepatnya dan apotek ternyata tak ada persediaan ataupun nunggu antri lama? Bukankah itu akan merugikan pasien? Pelayanan yang lama dan kurang cepat tanggap, diagnosis yang salah, kondisi kamar yang sangat tidak bagus untuk kesembuhan pasien. Kapok saya.. ga mau ke rumah sakit lagi,, pengalaman pertama masuk rumah sakit dan mendapati pelayanan yang buruk.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar