Perempuan Feminis bukan Wanita Feminis
Tadi pagi tanpa sengaja saya melihat sebuah acara di MetroTV entah itu acara namanya apa, tapi yang jelas acara tersebut membahas tentang persamaan gender antara perempuan dan laki-laki. Tentu saja saya sangat tertarik dengan ulasan-ulasan yang dibahas di situ. Kebetulan masalah yang di bahasa adalah tentang kepuasan seksual yang tidak setara antara perempuan dan laki-laki. Namun, kali ini saya tidak akan menyinggung tentang hal tersebut. Saya tertarik dengan penjelasan salah satu pembicara yang seorang psikolog yang mengatakan bahwa arti wanita sebenarnya lebih rendah daripada perempuan. Sebagai feminis, sebaiknya kita mengatakan perempuan bukan wanita karena dalam bahasa Jawa, wanita itu berasal dari kata-kata “wani ditata” jadi harus jadi wanita penurut.
Apa sih arti wanita itu??
Sejarah kontemporer bahasa Indonesia, ya sekarang ini, mencatat bahwa kata wanita menduduki posisi dan konotasi terhormat. Kata ini mengalami proses ameliorasi, suatu perubahan makna yang semakin positif, arti sekarang lebih tinggi daripada arti dahulu ("Kamus Linguistik", Kridalaksana, 1993: 12).
